Wasekjen: Elektabilitas Naik karena PKS Konsisten Oposisi

elektabilitas PKS naik

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons adanya survei yang menyebut bahwa elektabilitas PKS alami kenaikan. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Ahmad Fathul Bari mengatakan salah satu faktornya yaitu upaya PKS untuk terus konsisten menjaga tatanan demokrasi dengan tetap berada di luar Pemerintahan.

“Wujud konsistensi PKS itu mungkin salah satu faktor yang dilihat oleh publik,” kata Fathul kepada Republika.co.id, Kamis (7/12).

Fahtul menjelaskan, sepanjang tahun 2020 ini, konsistensi PKS sebagai oposisi di Parlemen juga bisa dilihat publik. PKS melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR RI secara tegas menolak disahkannya Perppu No.1 Tahun 2020 dan RUU Cipta Kerja untuk disahkan menjadi UU, serta catatan kritis lainnya di berbagai aspek kebijakan lainnya.

Kendati demikian, PKS sebagai oposisi tidak hanya kritis, tetapi juga konstruktif secara obyektif. Artinya PKS akan mendukung kebijakan dan program Pemerintah yang pro rakyat, tetapi juga kritis terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Apalagi, ia melanjutkan saat ini Indonesia berada dalam masa pandemi yang bukan hanya membutuhkan kebijakan dan penanganan yang baik, tetapi juga memerlukan tata kelola pemerintahan yang baik serta harus tetap terus menjaga semangat demokrasi. “Bukan malah membuat situasi semakin bertambah buruk dengan penyelewengan anggaran dan kebijakan serta terkesan membatasi ruang demokrasi bagi masyarakat yang bersuara kritis,” ucapnya.

Selain faktor-faktor tersebut, di internal PKS sendiri, Presiden PKS Ahmad Syaikhu juga kerap menekankan kepada para kadernya untuk menjaga tiga modalitas utama PKS, yakni terus meningkatkan militansi kerja kader untuk organisasi dan melayani masyarakat, terus menjaga soliditas struktur partai, dan terus menjaga tradisi kerja kolektif yang baik. Hal tersebut diharapkan akan menjadi bahan bakar PKS untuk meningkatkan elektabilitas kami dan mengembalikan kepercayaan tersebut dengan kerja dan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Sebelumnya Voxpopuli Research Center merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik. Hasilnya hanya tiga parpol yang mengalami kenaikan, yaitu Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Elektabilitas PSI naik dari 4,5 persen (Juni 2020) dan 4,7 persen (Oktober 2020) menjadi 4,9 persen. Sementara itu, PKS elektabilitas-nya naik dari 5,3 persen (Juni 2020) dan 5,6 persen (Oktober 2020) menjadi 8,1 persen. Lalu Demokrat naik dari 3,4 persen (Juni 2020) dan 3,3 persen (Oktober 2020) menjadi 5,1 persen.

“Demokrat, PKS, dan PSI mengalami kenaikan elektabilitas ketika parpol-parpol lain anjlok atau stabil,” kata Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center Dika Moehamad.

Sumber: https://republika.co.id/amp/qmjx8i354

Waktu: Kamis , 07 Jan 2021, 13:41 WIB

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *