Membantu Masyarakat Belu yang Kesulitan Air Bersih

Membantu Masyarakat Belu yang Kesulitan Air Bersih

Saya mau bercerita agak panjang kali ini. Tentang kegiatan saya dalam membantu masyarakat Belu yang kesulitan air bersih.

Sekitar dua minggu lalu, saya bertemu dan berdiskusi dengan para Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) di Belu. Kami membahas hal-hal yang bisa kami sinergikan bersama. Termasuk dalam hal ini, apa yang bisa kami kontribusikan ke masyarakat secara konkret bila terpilih, bahkan sebelum terpilih sebagai anggota legislatif.

Saya menyampaikan bahwa kehadiran saya menjadi BCAD DPR RI dari Dapil NTT 2, jika dilihat dari perhitungan suara di Pemilu 2014 serta latar belakang saya, maka saya sadar bahwa saya bukan siapa-siapa dan mungkin belum bisa berbicara banyak.

Tapi keberadaan mereka yang di Provinsi dan Kabupaten/Kota justru yang paling dominan untuk bisa turun langsung di lapangan. Mereka juga memiliki potensi dan kesempatan lebih besar untuk terpilih.

Saya mungkin hanya bisa sedikit mendongkrak suara mereka yang disana dan sambil berupaya sebaik mungkin untuk memberikan sumbangsih ke masyarakat NTT khususnya di Dapil 2. Meskipun dengan keterbatasan sumber daya yang saya miliki, yang tentunya juga sangat berbeda dengan para BCAD lain.

Saya hanya punya niat baik, punya ide, punya semangat, punya cita-cita, serta punya sedikit jejaring kawan-kawan yang baik hati yang dapat diminta bantuannya seoptimal mungkin untuk membantu masyarakat disana.

Masyarakat Belu Kesulitan Air Bersih

Masyarakat Belu Kesulitan Air Bersih

Membantu Masyarakat Belu yang Kesulitan Air BersihDan setelah diskusi, mereka yang notabene memang para aktivis di lapangan, tanpa pikir panjang langsung membawa saya ke salah satu wilayah masyarakat Belu yang dulunya adalah warga Provinsi Timor Timor. Ada sekitar lebih dari 200 Kepala Keluarga yang menempati wilayah tersebut.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, saudara-saudara kita disana tetap berpikir positif dan tidak banyak mengeluh tentang keterbatasan kehidupannya saat ini. Bahkan banyak hal yang sudah mereka lakukan secara swadaya untuk membangun lembaran baru kehidupan mereka sejak pindah dari kampung halamannya.

Walaupun sebagian kita yang pertama kali kesana tentu sangat miris melihatnya. Dan diantaranya keterbatasan yang ada, mereka menyampaikan kepada saya tentang kesulitan mendapatkan air bersih.

Sumur memang sudah dibangun, tetapi akses mereka ke sumur tersebut sangat sulit. Mereka perlu naik turun bukit yang cukup terjal sekitar 150 meter. Jika hujan turun, kondisi bukitnya menjadi licin dan lebih sulit untuk diakses.

Melihat kondisi itu, mereka sampaikan bahwa sudah berulang kali mereka meminta bantuan ke berbagai pihak agar dibangun tower, pompa, penampung air, dan pipa. Bantuan ini dimaksudkan agar bisa menyalurkan air tersebut ke wilayah yang lebih mudah dijangkau. Tapi sampai saat saya berkunjung, bantuan tersebut tak kunjung tiba.

Mereka istilahkan para tokoh dan pejabat itu hanya kasih “kaca hitam” jika berkunjung kesana. Artinya, para tokoh serta pejabat itu menutup mata dan kaca mobilnya melihat kondisi saudara-saudara kita di Belu.

Saya yang berkunjung kesana dan mendengar mereka juga sadar bahwa saya bukan siapa-siapa. Saya pun tidak berani menjanjikan sesuatu untuk mereka. Saya hanya sampaikan bahwa saya akan coba usahakan agar apa yang mereka harapkan dapat terealiasasi.
Memanfaatkan Jejaring LSM demi Membantu Masyarakat Belu

Memanfaatkan Jejaring LSM demi Membantu Masyarakat Belu

Memanfaatkan Jejaring LSM demi Membantu Masyarakat Belu

Setelah itu, kondisi masyarakat Belu yang kekurangan air tersebut saya sampaikan ke kawan-kawan saya. Terutama kawan-kawan yang memiliki kegiatan sosial terkait dengan hal tersebut.

Setelah saya sampaikan, kawan-kawan saya yang baik hati tersebut berjanji untuk bersama berusaha menyediakan kebutuhan air bagi masyarakat disana.

Alhamdulillah tidak lebih dari dua minggu, bantuan kawan-kawan saya yg baik hati itu bisa mulai terlihat. Peralatan sudah mulai dibeli dan pekerjaan sudah mulai dilakukan.

Luar biasa. Mereka yang selama ini menunggu waktu panjang tanpa harapan, sekarang sudah mulai melihat harapan itu.

Kadangkala hidup memang tidak serumit yang kita pikirkan dan jika Allah sudah berkehendak, maka apapun dapat terjadi. Bahkan dari jalan yang tidak kita duga sebelumnya.

Saya yang hanya beberapa menit singgah disana, Alhamdulillah bisa menjadi perantara kebaikan. Perantara bagi kawan-kawan saya yang baik hati untuk membantu kehidupan masyarakat disana yang membutuhkan. Mudah-mudah proses pembangunan instalasi airnya berjalan lancar dan dapat segera digunakan. Amiin..

-AFB-

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *